Usia Lanjut tetap sehat di akhir tahun dengan 4 tips ini

sehat di akhir tahun

Memasuki penghujung tahun 2019, banyak orang yang berbondong-bondong menyusun resolusi tahun baru. Jangan kalah dengan anak muda, orang tua atau lansia juga perlu membuat resolusi, lho. Apalagi dalam hal menjaga kesehatan. Sebab, ketika memasuki usia lanjut, berbagai fungsi sel dan organ-organ tubuh akan menurun secara alami.
 

Hal inilah yang menyebabkan orang berusia lanjut lebih rentan terhadap penyakit tertentu. Salah satu penyakit yang cukup rentan menyerang lansia adalah penyakit kardiovaskuler, seperti jantung dan stroke. Saking seriusnya masalah kesehatan jantung di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) merangkum ada setidaknya 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 orang di Indonesia yang mengidap penyakit jantung.

Penyakit jantung saat ini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga orang berusia muda. Oleh karena itu, penyakit ini tetap perlu diwaspadai. Apalagi jika kamu termasuk orang yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit ini, seperti mengidap hipertensi atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung sebelumnya. 

Baca juga: 4 Jenis Penyakit yang Rentan Dialami Lansia

Lalu, bagaimana cara agar lansia bisa tetap sehat di akhir tahun, dan bahkan tahun-tahun ke depannya? Beberapa tips berikut mungkin bisa dicoba:

1.    Terapkan Pola Makan yang Sehat

Memiliki pola makan sehat adalah sebuah keharusan bagi lansia. Meski sebenarnya kebiasaan baik ini perlu diterapkan sejak berusia muda, tak ada kata terlambat kok untuk memulai hidup sehat. Perbanyaklah asupan makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, kurangi asupan karbohidrat sederhana, dan konsumsi makanan sumber protein, serta makanan dengan kandungan lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fat.

Lemak yang juga dikenal dengan sebutan “lemak esensial” ini sangat baik bagi tubuh, terutama dalam menjaga kesehatan jantung. Lemak jenis ini tidak diproduksi alami oleh tubuh, sehingga kamu perlu mendapatkannya dari makanan. Asupan makanan dengan kandungan lemak esensial ini dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko penyakit jantung, terutama pada lansia.

 

Dua tipe dari lemak esensial yang sangat baik untuk dikonsumsi adalah asam lemak omega-3 dan omega-6. Contoh makanan dengan kandungan asam lemak omega-3 adalah ikan salmon, trout, herring, dan sarden. Sementara itu, asam lemak omega-6 bisa didapatkan dari biji-bijian, tahu, dan kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan kenari.

 

Untuk mendapatkan panduan makan terbaik bagi lansia, sebaiknya diskusikan lebih lanjut dengan dokter gizi. Agar lebih mudah, kamu bisa lakukan konsultasi dengan dokter gizi melalui aplikasi Halodoc. Mudah dan terpercaya, kamu bisa terhubungan dengan ribuan dokter lewat fitur chat, yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja.

Baca juga: Tips Mencegah Malnutrisi pada Lansia

 

2.    Lengkapi Kebutuhan Nutrisi dengan Susu

Selain memperhatikan asupan makanan bergizi, lansia juga perlu melengkapi kebutuhan nutrisinya dengan minum susu. Ya, tak hanya anak-anak dalam masa pertumbuhan saja yang membutuhkan susu, lansia juga perlu, lho. Sebab, susu merupakan minuman sumber vitamin dan mineral yang baik yang dibutuhkan oleh lansia sebagai nutrisi tambahan dari luar, di karenakan beberapa fungsi tubuh lansia yang sudah mulai menurun termasuk fungsi kecap dan penyerapannya.

 

Namun, jenis susu yang dibutuhkan lansia tentu berbeda dengan susu untuk bayi ataupun anak-anak. Salah satu susu untuk orang tua atau lansia yang Halodoc rekomendasikan adalah Nestle - Boost Optimum. Mengapa? Sebab susu untuk orang dewasa dan lansia ini memiliki kandungan vitamin B6 dan B12, yang penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Tak hanya itu, Nestle - Boost Optimum juga mengandung protein whey, yang baik untuk pembentukan dan pemeliharaan otot. Kandungan lemak nabati yang kaya akan Monounsaturated Fatty Acid (MUFA) dalam Nestle - Boost Optimum juga sangat baik untuk dikonsumsi lansia, karena bisa menjaga kesehatan jantung.

 

MUFA merupakan asam tak jenuh tunggal, yang telah lama dikenal sebagai salah satu nutrisi yang penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Selain itu, Nestle - Boost Optimum juga sangat cocok untuk dikonsumsi lansia yang mengalami malnutrisi atau yang sedang membutuhkan suplementasi nutrisi. 

 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk ini, kamu bisa langsung cek di sini atau pada kemasan Nestle-Boost Optimum, ya.  

Baca juga: Ini 7 Alasan Lansia Kerap Mengalami Gangguan Jiwa

 

3.    Tidur yang Cukup

Sering disepelekan, padahal tidur yang cukup merupakan salah satu kunci untuk bisa hidup sehat, lho. Orang yang tidak memiliki jam tidur yang cukup ataupun sering begadang dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit jantung koroner dan penyakit kardiovaskuler lainnya.

 

Tidak cukup tidur yang berlangsung dalam jangka waktu lama juga dapat memicu kenaikan berat badan atau obesitas, hipertensi, depresi, peningkatan risiko penyakit jantung, dan stroke. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk membiasakan diri untuk tidur yang cukup dan berkualitas, di jam yang sama agar tubuh memiliki jam biologis yang lebih teratur.

 

4.    Rutin Berolahraga dan Aktif Bergerak

Kunci terakhir bagi lansia agar bisa tetap sehat adalah rutin berolahraga, serta aktif bergerak. Mengapa? Dengan fisik yang aktif, jantung pun akan ikut aktif dalam memompa darah dengan optimal. Tak hanya itu, rutin berolahraga dan aktif bergerak juga dapat membuat sirkulasi darah lancar dan terhindar dari risiko obesitas, yang merupakan akar dari berbagai penyakit serius pada lansia. 

 

Namun, jenis olahraga yang baik dilakukan lansia bukanlah olahraga berintensitas tinggi, lho. Cukup joging atau berjalan santai di sekitar lingkungan rumah setiap pagi hari, selama 15-30 menit. Pilihan olahraga lainnya yang bisa dicoba adalah bersepeda, berenang, atau senam.

 

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI - Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat - Sehat Negeriku. Diakses pada 2019. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Terbanyak ke-2 di Indonesia.
WebMD. Diakses pada 2019. Scientific Tips for Healthy Aging.
Healthline. Diakses pada 2019. 5 Ways That Drinking Milk Can Improve Your Health.