Memilih Susu Nutrisi untuk Lansia 

Memilih Susu Nutrisi untuk Lansia

 

Lansia tetap harus memperhatikan asupan nutrisinya agar terhindar dari penyakit dan dapat tetap aktif di hari tua. Sayangnya, perubahan hormon, lingkungan sosial, dan bahkan faktor ekonomi dapat memengaruhi pola makan lansia dan memicu hilangnya nafsu makan. 

Bagaimana pun itu, lansia harus tetap mengatur pola makan yang baik agar tetap menjalani kehidupan dengan sempurna dan menyenangkan walau di hari tua. Lansia sebaiknya konsumsi makanan bergizi setiap hari, termasuk konsumsi lemak baik, sayur dan buah, karbohidrat sehat, dan sumber makanan bernutrisi lainnya. 

Selain itu, berikan orang tua susu khusus untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian agar tetap sehat dan aktif. Para lansia disarankan untuk minum susu minimal 2 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi esensial seperti protein, kalsium, dan vitamin. 
Beberapa nutrisi yang patut ada dalam susu lansia dapat Anda simak berikut ini:

Protein 

Kekurangan protein pada lansia dapat memicu kehilangan massa otot dan meningkatkan risiko osteoporosis. Protein adalah salah satu nutrisi untuk lansia yang penting, di mana berfungsi untuk meningkatkan massa otot, fungsi otot, kekuatan tulang, kepadatan mineral, memperbaiki jaringan tubuh, pembuatan sel-sel kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko patah tulang. 

Selain itu, cara meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit pada lansia adalah dengan mencukupi asupan protein harian. Protein juga membentuk antibodi yang penting. 

Rekomendasi dari Food and Nutrition Board adalah mengonsumsi protein sebanyak 0,8 gram/kg dari ukuran berat badan per hari. Kebutuhan protein akan meningkat bila lansia sedang sakit, masa penyembuhan, atau sedang dirawat di rumah sakit. Pasalnya, manfaat protein untuk membantu membangun dan memperbaiki otot, jaringan tubuh, sel-sel tubuh yang rusak, melancarkan aliran oksigen, dan melawan infeksi.

Asupan protein harian untuk lansia: 

  • Pria yang Tidak Aktif Bergerak: 50-175 gram/hari.
  • Wanita yang Tidak Aktif Bergerak: 40-140 gram/hari. 


Sementara itu, berikut ini sumber makanan protein tinggi: 

  • Daging
  •  Ikan 
  • Telur 
  • Seafood
  • Kacang-kacangan 
  • Biji-bijian 
  • Susu 
  • Produk olahan susu 
  • Tahu 
  • Selai kacang 
  • Yoghurt 

Serat 
Serat adalah nutrisi penting untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan. Selain itu, serat makanan juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 pada lansia. 

Kalsium 
Kalsium adalah nutrisi untuk lansia yang sangat penting. Kalsium bersama dengan vitamin D berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, terutama untuk mencegah osteoporosis dan patah tulang yang rentan pada lansia. 

Konsumsi kalsium, vitamin D, dan juga protein yang cukup membantu menurunkan risiko osteoporosis pada lansia. Berikut ini cara menghitung kebutuhan gizi pada lansia dalam kebutuhan kalsium harian: 

  • Pria: 100-1200 mg protein per hari. 
  • Wanita: 1200 kalori per hari. 

Sumber makanan tinggi kalsium adalah susu, produk olahan susu, tempe, tahu, bayam, jus yang diperkaya, ikan, jeruk, seafood, dan sayuran berdaun hijau. Para lansia harus menjaga pola makan dengan memenuhi asupan kalsium harian dan bergizi tinggi. 

Vitamin D
Asupan vitamin D yang cukup dapat menurunkan risiko osteoporosis, patah tulang, penyakit kardiovaskular, masalah kognitif, gangguan pencernaan, dan mencegah kanker. Sumber vitamin D adalah kuning telur, ikan berlemak, jus buah yang diperkaya, hingga konsumsi vitamin D tambahan bila perlu. Bahkan, vitamin D juga dianggap sebagai mikronutrien yang berperan untuk mengatasi infeksi dan inflamasi pada tubuh.

Vitamin B12
Manfaat vitamin B12 untuk mencegah anemia, gangguan pencernaan, demensia, depresi, multiple sclerosis, dan penyakit lain terkait penambahan usia. Sumber vitamin B12 adalah ikan, daging merah, daging unggas, telur, dan sereal yang diperkaya. 

Vitamin C
Cara meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit pada lansia adalah dengan memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Vitamin C dapat meningkatkan sistem imun, kesehatan fisik, serta mencegah penyakit terkait usia. Sumber vitamin C adalah jambu biji, jeruk, kiwi, stroberi, dan dapat ditemukan di berbagai buah dan sayur lainnya.

Salah satu asupan susu lansia yang dapat dipilih adalah Boost Optimum. Boost Optimum adalah susu pengganti nutrisi untuk lansia yang mengandung 50% protein Whey serta 26 vitamin dan mineral lengkap. Cocok diberikan untuk lansia yang membutuhkan suplementasi nutrisi, untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit, mengembalikan produktivitas, mempercepat masa penyembuhan, dan memenuhi nutrisi harian agar tetap aktif di hari tua. 

Lansia membutuhkan asupan 30 grams per hari untuk pria, dan wanita lansia harus memenuhi 21 gram serat makanan. Sumber makanan berserat adalah beragam sayuran, buah, kacang-kacangan, kentang, dan buah-buahan.