Pertumbuhan Anak Terhambat ?

Perhatikan 3 Hal Berikut!

Ketika Anda memantau pertumbuhan Si Kecil, mungkin Anda menemukan gangguan seperti kenaikan berat dan tinggi badannya yang terhambat. Permasalahan tersebut biasanya muncul karena kesulitan memberi makan pada Si Kecil atau ada gangguan makan lainnya, yang bisa muncul sendiri atau malah timbul bersamaan. Untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak terhambat, perhatikan 3 hal berikut ini.

1. Masalah infeksi berulang

Anak-anak, khususnya balita, sangat rentang mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang belum kuat. Infeksi ini mengganggu penyerapan zat gizi yang sudah dicerna dari makanan. Jika terus terjadi, dapat mengakibatkan Si Kecil kekurangan zat gizi untuk mendukung pertumbuhannya. Jika Si Kecil sering mengalami penyakit infeksi seperti demam, batuk, pilek, diare dalam waktu lama dan berulang, dia berpotensi memiliki tinggi badan lebih pendek dari teman-teman seusianya.

2. Pola asuh dan pengetahuan Ibu akan gizi

Hal ini dapat berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil secara tidak langsung. Untuk itu, dianjurkan untuk Ibu memperoleh informasi yang banyak tentang pola asuh dan pengetahuan gizi, baik melalui konsultasi dengan ahli dan dokter atau sharing dengan Ibu lainnya.

3. Lingkungan yang bersih dan sanitasi yang baik

Hal ini erat kaitannya dengan penyebaran penyakit infeksi karena secara tidak langsung mempengaruhi status gizi Si Kecil. Perilaku yang kurang bersih dan sanitasi yang buruk, secara tidak langsung menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak. Di manapun Ibu dan keluarga tinggal, sangat penting untuk menjaga hal ini baik-baik demi pertumbuhan Si Kecil.

Sebagai tambahan, penting juga untuk tetap menjaga dan melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil agar pertumbuhannya tidak terhambat. Berikut nutrisi yang mampu menjaga pertumbuhan tulang anak;

1. Protein, sebagai gizi makro untuk membangundan memelihara jaringan tubuh. Beberapa penelitian potensial membuktikan bahwa anak yang mengonsumsi makanan kaya protein, khususnya protein hewani, memiliki rata-rata tinggi normal bahkan lebih tinggi dari anak-anak seusianya. Kurangnya protein cenderung membuat anak lebih pendek.

2. Kalsium, merupakan mineral yang dapat membantu tulang tumbuh maksimal serta memberi kepadatan, sehingga tidak mudah keropos. Kalsium penting untuk kesehatan tulang.

3. Vitamin D, berperan dalam penyerapan kalsium yang ada di dalam makanan. Vitamian D n bersama dengan kalsium membuat tulang menjadi lebih kuat. Vitamin D banyak ditemukan di berbagai macam produk susu, serta paparan sinar matahari.

4. Serat, agar proses pertumbuhan si Kecil dapat berjalan baik dan normal, serat adalah salah satu zat gizi yang diperlukan anak. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup dan frekuensi yang sering, bisa mencegah seseorang terkena penyakit degeneratif atau gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang terjadi pada anak, seperti obesitas, tentu saja akan mempengaruhi langsung proses pertumbuhannya.

5. Antioksidan, merupakan zat gizi yang dapat menangkal kerusakan sel dan jaringan di dalam tubuh serta bisa mencegah seseorang terkena radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Contoh antioksidan adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, zink dan selenium.

6. Zat Besi, yang 70%-nya berbentuk hemoglobin dalam darah, berfungsi mendistribusikan makanan serta oksigen ke seluruh tubuh. Penelitian membuktikan bahwa anak yang kurang zat besi memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandinkan anak yang cukup zat besi. Melalui informasi ini, Anda dapat mencegah pertumbuhan anak terhambat agar menjadi optimal tuk gapai masa depan dengan memantau kondisi tubuh, lingkungan, serta asupan nutrisinya setiap hari.