Kenali Osteoporosis dan Antisipasinya di Usia Lanjut

 
 
 

 

KENALI OSTEOPOROSIS DAN ANTISIPASINYA DI USIA LANJUT

hindari_osteoporosis

 

Tulang merupakan fondasi mendasar dalam menyangga organ dan jaringan tubuh secara keseluruhan. Osteoporosis terjadi ketika kepadatan tulang mulai berkurang seiring bertambahnya usia. Tulang pun menjadi lemah, rapuh, juga rentan patah.

Osteoporosis kerap dikenal sebagai penyakit tulang keropos. Baik pria dan wanita dapat mengidap osteoporosis. Namun, perempuan memiliki peluang risiko yang lebih besar karena mengalami menopause. Ketika siklus menstruasi berhenti secara alami, tubuh tidak lagi memproduksi hormon estrogen. Padahal, hormon ini berpengaruh besar dalam pembentukan sel tulang serta melindungi kesehatannya.

Risiko osteoporosis juga semakin besar menimpa lansia. Pasalnya, kepadatan massa tulang mulai melambat melewati usia 20-an. Kepadatan tulang mencapai fase maksimal saat kita berusia 30 tahun. Setelahnya, tulang akan terus pengurangan massa tulang lebih cepat terjadi dibandingkan regenerasinya.

Semakin tua, kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium juga semakin berkurang. Usus pun tidak lagi mampu mengelola nutrisi secara optimal. Ini menghalangi tulang untuk mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.

Baca juga: Gaya Hidup yang Memicu Risiko Osteoporosis

Anda yang memiliki histori keluarga osteoporosis sebaiknya juga mengantisipasi serta melakukan upaya preventif sejak dini. Rise dari Materia Socio Medica menyebutkan keluarga dengan sejarah osteoporosis memiliki risiko lebih besar akan penyakit ini, terutama jika ibu kandung pernah mengalaminya.

Selain itu, gaya hidup pun mempengaruhi faktor risiko osteoporosis bagi lansia. Selagi muda, sebaiknya Anda konsisten berolahraga dan aktif bergerak untuk menjaga kesehatan tubuh serta ukuran badan. Hindari pula pola hidup tidak sehat, seperti tidak berolahraga, tidak memperhatikan asupan nutrisi harian, merokok, dan mengkonsumsi alkohol.

Antisipasi osteoporosis di usia lanjut

International Osteoporosis Foundation menyatakan hampir 75 persen orang tua di usia 65 tahun memiliki faktor risiko tinggi osteoporosis. Di antaranya sangat rentan mengalami fraktur (tulang retak) di area pinggang, tulang belakang, maupun pergelangan tangan. Namun, kita tetap bisa melakukan tindakan intervensi sebagai langkah pencegahan osteoporosis.

Langkah pertama untuk lansia adalah mengenali tanda-tanda yang mungkin ada dalam tubuh sesegera mungkin. Gejala osteoporosis yang dapat dirasakan adalah munculnya sakit punggung, tarikan nafas mulai memendek, dan tinggi badan sedikit menyusut.

Apabila Anda mulai melihat gejala pada diri atau orang tua, segera periksa pada dokter keluarga. Faktor risiko akan dianalisa dan langkah preventif lanjutan dapat diambil. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika memang dirasa ada keluhan yang mulai mengganggu.

Selain mengenali gejala osteoporosis, terus melatih tubuh Anda untuk aktif bergerak dan berolahraga juga penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. Massa tulang dan otot akan dapat terus ditingkatkan dengan rutin berolahraga rutin dengan melakukan olahraga, setidaknya 150 menit per minggu.

Bagi lansia, penting untuk memilih jenis olahraga agar tidak berisiko jatuh. Kepadatan tulang yang berkurang dapat menyebabkan fraktur tulang, yang juga menjadi bagian dari osteoporosis. Pilih aktivitas ringan yang tidak terburu-buru dan bisa melatih keseimbangan.

Baca juga: Berbagai langkah preventif osteoporosis bagi lansia

Berbagai langkah preventif di atas wajib pula Anda sertakan dengan pemenuhan nutrisi tubuh. Berikan lansia asupan yang mengandung cukup protein, kalsium, dan vitamin D. Variasi makanan yang mudah dikonsumsi untuk lansia pun disarankan, terlebih bila lansia sudah mengalami keterbatasan untuk makan. Hal ini untuk membantu tubuh lansia tetap mendapatkan gizi terbaik.

Jika orang tua Anda sudah kesulitan mengkonsumsi makanan, berikan Boost Optimum sebagai pelengkap nutrisi harian. Dalam Boost Optimum terdapat kebaikan protein whey, sumber serat pangan, serta tinggi Vitamin E, B6, dan B12. Boost Optimum cocok sebagai susu lansia yang memenuhi kebutuhan nutrisi harian agar tetap aktif sepanjang usia. Mari berikan segelas Boost Optimum setiap hari untuk mendukung lansia tetap sehat dan bahagia.

 

Referensi:

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut