Tulang Sehat dan Kuat, Ini Tanda Tubuh Anak Butuh Protein

 

Masa kanak-kanak identik dengan momen paling asyik untuk bermain, maka dari itu Ibu wajib memberikan makanan penambah energi kepada Si Kecil setiap hari karena anak-anak cenderung lebih aktif daripada orang dewasa. Salah satu cara untuk menambah kebutuhan energinya yakni dengan memberikan makanan kaya nutrisi, salah satunya dengan memberikan susu Nutren Junior.

Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan Si Kecil setiap harinya. Protein bisa diibaratkan seperti pondasi tubuh yang berfungsi membentuk otot, menghasilkan hormon, memperkuat kulit dan tulang. Jumlah protein yang tidak memadai ternyata mempengaruhi hampir semua aspek fungsi tubuh. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan beberapa gejala, sebagai berikut:

 

1. Sulit Berkonsentrasi

Sulit berkonsentrasi menjadi tanda Si Kecil kekurangan asupan protein. Beberapa perilaku yang bisa ibu ketahui saat Ia mengalami kondisi ini, yaitu tidak mampu untuk duduk diam, sulit mengikuti instruksi, kesulitan belajar, dan lekas marah. Kalau Si Kecil mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya ibu mulai benahi jumlah protein harian dengan memberikan jenis-jenis makanan yang tinggi kandungan proteinnya.

2. Pertumbuhan Lambat

Protein tidak hanya membantu menjaga massa otot dan tulang, tetapi juga penting untuk pertumbuhan tubuh. Dengan demikian, defisiensi protein memberikan dampak negatif kepada proses pertumbuhan Si Kecil. Faktanya, stunting adalah tanda paling umum dari malnutrisi pada anak-anak.

Nah, untuk mencegah kondisi ini, ibu perlu teliti dalam mengatur menu makanan Si Kecil agar nutrisinya selalu terpenuhi. Selain memberikan makanan penambah energi dan bernutrisi, ibu juga bisa memberikan Si Kecil susu Nutren Junior untuk menunjang pertumbuhannya. Susu Nutren Junior mengandung protein whey yang berkualitas tinggi sebagai sumber protein yang baik bagi anak. Susu ini juga bebas laktosa dan bebas gluten sehingga baik untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi. Selain mengoptimalkan kenaikan berat badan anak, rasanya enak pasti disukai oleh anak.

3. Masalah Kulit, Rambut dan Kuku

Tanda kekurangan protein lainnya adalah timbul masalah kulit, rambut dan kuku yang sebagian besar dibentuk melalui protein. Kulit kering, kemerahan, penipisan rambut, warna rambut pudar, rambut rontok dan kuku rapuh juga merupakan gejala yang bisa dialami Si Kecil saat kekurangan protein. Faktanya, gejala-gejala ini dapat muncul jika Si Kecil mengalami kekurangan protein yang parah.

4. Mudah Sakit

Defisit protein juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Ketika imun tidak berfungsi dengan baik, kondisinya dapat meningkatkan risiko infeksi lebih besar dari biasanya. Terlebih, sistem kekebalan Si Kecil cenderung belum terbentuk sempurna, sehingga rentan terserang berbagai penyakit.

Jadi, kalau ibu merasa Si Kecil mudah jatuh sakit, hal ini bisa saja terjadi karena ia kurang memperoleh asupan protein. Kalau ibu ingin tahu lebih lanjut seputar gizi Si Kecil, diskusikan saja dengan tenaga kesehatan seperti dokter anak.

4. Kehilangan Massa Otot

Otot menjadi cadangan protein terbesar tubuh. Maka dari itu, ketika Si Kecil kekurangan protein dalam makanan, tubuh otomatis mengambil protein dari otot untuk menjaga jaringan dan fungsi tubuh yang lebih penting. Akibatnya, kekurangan protein bisa menghilangkan massa otot Si Kecil. Ketika ibu meningkatkan asupan protein pada Si Kecil dengan makanan penambah energi, tubuhnya dapat memperlambat degenerasi otot.

Jadi, sudah paham mengapa protein amat penting untuk Si Kecil? Untuk memenuhi asupan proteinnya, ibu bisa memberikan telur, yoghurt, daging, ikan, dan makanan-makanan tinggi protein lainnya ke dalam menu Si Kecil. Jangan lupa pula untuk memberikan susu Nutren Junior untuk menunjang kecukupan nilai gizi Si Kecil, ya!