MENJAGA KUALITAS TIDUR ANAK SAAT BERPUASA

anak-tidur

 

Pola tidur anak-anak mengalami perubahan selama bulan puasa. Durasi tidur mereka otomatis berkurang karena harus bangun lebih awal untuk di waktu sahur. Di sinilah perang orangtua pintar-pintar mengakali agar si kecil tetap mendapatkan kualitas tidur terbaiknya karena ini berpengaruh pada perkembangan otak anak.

Sudah lumrah diketahui bahwa tidur berkualitas, khususnya di malam hari, membawa manfaat bagi tumbuh kembang si kecil. Studi Reut Gruber Ph.D yang dikeluarkan oleh Laboratorium Attention Behaviour and Sleep di Douglas Mental Health University Institute, Montreal, Kanada, menyatakan bahwa otak anak melakukan proses pemilahan informasi yang didapatkannya saat tidur. 

Anak menyerap banyak pengetahuan dari berbagai sumber sepanjang hari. Waktu tidur memberikan kesempatan pada sel otak untuk aktif kembali, memilih informasi yang dibutuhkan, serta memfasilitasi pertumbuhan koneksi saraf baru yang membentuk memori jangka panjang. Proses ini sangat berpengaruh pada perkembangan otak anak lho.

Dalam korelasinya dengan puasa, kualitas tidur yang baik diperlukan agar anak bisa bangun sahur dengan segar. Anak pun dapat fokus beraktivitas seharian tanpa rasa kantuk.

Cukup tidur di malam hari turut pula menjaga kesehatan. Saat berpuasa kesehatan anak terbilang rentan, karena tubuh tidak mendapatkan asupan sama sekali dalam jangka waktu panjang.

Sistem imun ini akan bekerja lebih maksimal ketika anak mendapatkan durasi tidur terbaiknya. Hal ini karena tubuh mengeluarkan sitokin yang berperan memerangi infeksi serta peradangan penyebab penyakit, seperti flu, demam, dan batuk.

Simak: Tingkatkan Imun Anak Di Masa Pandemi Dengan Protein Whey

Lalu bagaimana mengusahakan kualitas tidur terbaik bagi anak-anak saat berpuasa? Ayah dan Ibu disarankan untuk konsisten dengan jadwal tidur mereka. Aturlah agar si kecil bisa tidur lebih cepat karena harus kembali bangun dini hari. Jam tidur bisa dimulai pada pukul sembilan atau selambatnya 9.30 malam.

Orangtua pun sebisa mungkin mengusahakan waktu tidur siang sepulang sekolah. Tidur setidaknya 30 menit dapat mengembalikan energi anak. Waktu ini juga menjadi kesempatan mereka beristirahat serta mengurangi stres akibat kesibukan aktivitas serta waktu tidur malam yang berubah agar perkembangan otak anak berjalan maksimal.

Asupan makanan yang dikonsumsi pun penting untuk menjaga waktu tidur anak. Hindari makan terlalu berlebihan beberapa jam sebelum tidur. Jika memang lapar, orangtua dapat memberikan kudapan sehat untuk si kecil, seperti buah-buahan.

Ibu juga bisa memberikan susu dengan kandungan protein whey untuk membantu tidur anak. Pasalnya, protein whey mengandung triptofan, yaitu salah satu asam amino esensial yang meningkatkan produksi serotonin. Dalam tubuh si kecil, zat ini berperan penting dalam membantu memperbaiki kualitas tidur si buah hati.

Salah satu susu dengan kandungan protein whey terbaik adalah Nutren Junior. Jika dikonsumsi pada malam hari, susu akan lebih mudah diserap tubuh dan dapat memberikan manfaat terbaiknya untuk anak-anak.

Selalu dampingi anak Anda dalam perjalan mereka meraih yang terbaik selama bulan puasa. Bagaimana pun, perhatian orang tua berperan penting dalam menjaga kesehatan serta mendorong anak-anak terus lancar berpuasa dan pastikan perkembangan otak anak berjalan maksimal.

Referensi:

HalloSehat, Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa