12 Cara Mudah dan Efektif Mengatasi Anak yang Susah Makan 

 

atasi anak susah makan

Orang tua pasti merasa khawatir bila anak tidak mau makan. Seringkali juga menjadi bertanya-tanya apakah anak sudah mendapat asupan nutrisi yang cukup. Sementara itu, pola makan anak memang tidak dapat diprediksi. Hal ini sebenarnya kasus umum, misalnya anak tidak menghabiskan makanan, memilih makanan tertentu, hingga tidak mau makan sama sekali dalam satu waktu. Untuk mengatasinya, pahami penyebab anak susah makan. Orang tua pun harus mengikuti solusi anak susah makan dalam pembahasan ini. 

Penyebab Anak Susah Makan

Orang tua perlu memahami bahwa nafsu makan anak-anak memang sering berubah dan mungkin tidak dapat Anda prediksi. Satu waktu anak bisa makan dengan lahap, tetapi tiba-tiba tidak mau makan di keesokan harinya. Hal ini terjadi karena faktor alami dalam pertumbuhan anak, termasuk suasana hati anak dan intensitas aktivitas harian.
Nah, orang tua tidak perlu khawatir, tetapi harus tetap memaksimalkan asupan nutrisi anak. Sebelum membahas tentang cara mengatasi anak yang susah makan, ketahui penyebabnya berikut ini:

  • Anak merasa tertekan saat makan, misal saat orang tua memarahinya, memaksa untuk menghabiskan makanan, atau akan dihukum bila tidak makan sayur. Itu akan membuat anak semakin tidak mau makan. 
  • Merasa bosan dengan menu makanan yang sama setiap hari. 
  • Anak sudah makan camilan atau jajan sebelum makan besar. 
  • Mengalami distraksi saat makan—misalnya dari siaran TV, ponsel, atau mainan—sehingga anak tidak fokus makan atau buru-buru pergi untuk main. 
  • Anak mungkin merasa tidak enak badan atau mengalami sesuatu di tubuhnya yang tidak bisa dia ungkapkan. Orang tua harus memperhatikan perubahan fisik dan sikap pada anak, lalu tanyakan apabila ada yang sakit atau semua yang anak rasakan. 
  • Tidak mau makan karena porsi makanan terlihat sangat banyak dan berlebihan. Anak pun merasa kewalahan bahkan sebelum mencobanya. 
  • Anak takut makan, terutama bila bentuk makanan tidak menarik baginya. Anak akan menolak untuk mencoba rasanya atau mencium aroma makanan tersebut. 

Latar belakang medis tertentu yang membuat anak tidak nyaman untuk makan atau penyakit tersebut memengaruhi nafsu makannya. Misalnya, anak sedang diare, sembelit, demam, alergi makanan tertentu, intoleransi makanan, mual dan muntah, atau mungkin masalah kesehatan lain yang lebih serius dan harus dikonsultasikan dengan dokter. 
Bila orang tua sudah tahu penyebabnya, tentu akan lebih mudah untuk mengatasi anak susah makan. Asupan nutrisi anak sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak untuk bekalnya di masa depan. 
 

Cara Mengatasi Anak yang Susah Makan

Orang tua tidak perlu panik jika melihat si buah hati sedang tidak mau atau kehilangan nafsu makan mereka. Ada berbagai trik dan cara untuk mengembalikan semangat makan anak-anak seperti sedia kala. Orang tua bisa mengikuti beberapa panduan dasar untuk menjaga nafsu makan anak dan mempertahankan berat badan ideal yang sehat berikut ini:
1. Hindari Distraksi saat Makan
Beberapa orang dewasa memberikan mainan, ponsel, atau membiarkan anak menonton TV sambil makan. Tujuannya agar anak jadi meningkat nafsu makannya. Padahal, itu malah akan membuat anak tidak fokus makan. Mereka bisa jadi terbiasa mau makan hanya bila sambil menonton video atau bermain game.
Sebaiknya, ajarkan anak untuk fokus makan dan menikmati makanan dengan rileks, penuh rasa syukur, serta bahagia. Momen makan bersama juga bisa Anda gunakan untuk meningkatkan bonding antar anggota keluarga dengan mengobrol dan memberi perhatian satu sama lain. 


2. Ajak Anak Menyiapkan Makanan Bersama
Bila anak Anda tidak mau makan, biarkan anak memilih menu makanan sendiri dan ajak anak untuk menyiapkan makanannya sendiri dari awal. Mulai dari belanja bahan makanan, memasak, lalu menyiapkannya di piring. Pengalaman ini bisa membuat anak lebih menghargai makanan yang akan mereka konsumsi.
Proses tersebut pun akan membuat anak bersemangat untuk mencoba makanan buatan sendiri, sekaligus mengajari anak berbagai hal dan kemampuan baru. Kemudian, beri anak pujian atas apa yang sudah dicapai hari ini. 


3. Kurangi Camilan Anak
Anak-anak memiliki lambung dan perut yang kecil untuk menampung makanan. Bila perutnya sudah penuh dan kenyang dengan jajanan atau camilan, maka anak tidak akan mau makan lagi. 
Maka dari itu, jangan berikan anak camilan sebelum dia makan besar. Orang tua juga harus mengatur jadwal jajan dan jenis makanan ringan apa yang boleh anak konsumsi. Orang tua sebaiknya memberikan anak camilan sehat seperti salad buah, yogurt, kue buatan sendiri, jus buah, dan snack sehat lainnya.


4. Pahami Pola Makan Anak
Pola makan anak berubah-ubah setiap waktu, tetapi orang tua harus dapat memahaminya. Bila anak lebih suka makan dengan porsi kecil dan lebih sering, maka jangan berikan dia porsi makan besar dalam satu waktu. 
Bila anak tidak makan banyak saat sarapan, pastikan anak makan lebih banyak saat siang atau di waktu brunch (waktu antara sarapan dan makan siang). Nah, sesuaikan terus kebiasaan makan anak sambil ajarkan kebiasaan dan pola makan yang lebih baik. 


5. Buat Menu Makanan Menarik 
Berdasarkan logika anak, anak tidak memilih makanan karena makanan itu sehat, namun karena makanan itu menarik. Jadi, silahkan berkreasi untuk membuat menu makanan sehat dengan tampilan yang menarik, rasa enak, dan aroma harum yang menggugah nafsu makan anak. Misalnya, membuat kreasi bento untuk bekal anak, memadukan warna sayur yang cerah, dan mencetak makanan dengan tokoh kartun favorit anak.


6. Jadwal Makan Malam Jangan Mendekati Waktu Tidur
Bila jadwal makan malam terlalu malam, maka anak tidak akan bersemangat untuk makan. Pasalnya, anak pasti sudah mengantuk, lelah, dan anak bisa mengabaikan rasa laparnya begitu saja untuk tidur. Anak bisa juga jadi rewel karena lapar tapi sudah terlalu mengantuk untuk bisa makan. 


7. Beri Anak Makan dalam Porsi yang Cukup
Cara mengatasi anak yang susah makan adalah dengan memberi porsi makan yang cukup sesuai dengan kebutuhan anak. Banyak orang tua yang mengeluh anak tidak mau menghabiskan makanannya. Namun, bagaimana bila ternyata orang tua memberikan anak makan dengan porsi sangat besar dan anak sudah kenyang?
Jadi, bukannya anak tidak menghabiskan makanan namun mungkin anak sudah merasa cukup dan kenyang. Sebaiknya berikan anak porsi makan yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kurang. 


8. Jangan Membuat Anak Tertekan untuk Makan
Salah satu penyebab anak susah makan adalah karena anak terasa tertekan saat makan. Bila anak dimarahi, dipaksa, dihukum, dibuat menangis, atau kondisi lain yang membuat anak stres, maka anak akan semakin tidak mau makan lagi. Jadi, mohon tidak membuat anak tertekan saat makan. Cara mengatasi anak susah makan dengan ajari anak untuk makan dengan cara yang halus, menyenangkan, dan penuh pengertian. 


9. Perkenalkan Anak dengan Menu Makanan Baru
Bila anak usia 4 tahun tidak nafsu makan hingga mengalami penurunan berat badan atau menjadi kurus, orang tua harus segera menanganinya. Salah satu cara menaikkan berat badan anak 4 tahun adalah dengan memberi menu makanan baru pada anak, dengan bentuk, aroma, dan rasa yang enak tentunya. Menu makanan baru yang terlihat lezat dapat meningkatkan nafsu makan anak dan sekarang anak punya lebih banyak pilihan makanan untuk dicoba. 


10. Siapkan Lebih Banyak Opsi Menu Makanan Sehat dan Biarkan Anak Memilih Makanan Sendiri
Solusi anak susah makan adalah dengan memberikan anak 3-5 opsi menu makanan sehat, lalu biarkan anak memilih menu apa yang ingin dia coba. Ini akan mendorong anak untuk makan serta mengajarkan anak untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya. 


11. Jadi Panutan yang Baik untuk Anak
Orang tua atau orang dewasa di rumah harus menjadi panutan baik untuk anak, termasuk dalam kebiasaan makan. Bila Anda makan sayur, maka anak juga akan makan sayur. Ajarkan juga pengetahuan tentang menu sehat, nutrisi, bahaya bila tidak makan, dan manfaat makan sehat agar anak mengembangkan pemikiran untuk selalu makan sehat dan tepat waktu. 


12. Berikan Minuman Sehat
Cara mengatasi anak yang susah makan lainnya adalah dengan memberikan anak opsi minuman sehat yang tentu dikonsumsi setelah anak selesai makan makanan utama. Contoh minuman sehat adalah jus, smoothies, yoghurt, dan susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. 
 

Susu Penambah Berat Badan untuk Anak 

Konsumsi susu dalam porsi yang tepat juga dinilai dapat mempromosikan berat badan ideal pada anak. Susu murni (whole milk) mengandung lemak sehat yang memberi ekstra kalori pada tubuh. Protein akan membantu memproses kalori tersebut menjadi energi dan berpengaruh pada pembentukan berat badan yang seimbang. Tanpa peran protein, kalori yang masuk hanya akan menumpuk menjadi lemak tubuh saja. Protein pada susu juga dapat meningkatkan massa otot, yang pada gilirannya dapat meningkatkan berat badan otot (bukan lemak tubuh). Selain itu, susu dianggap lebih mudah dikonsumsi tanpa harus mengubah atau menambahkan lebih banyak makanan berkalori di menu makanan anak secara drastis, direkomendasikan untuk anak yang tidak nafsu makan. 

Nah, salah satu rekomendasi susu penambah berat badan untuk anak terbaik adalah susu Nutren Junior dari Nestle yang mengandung gizi lengkap bagi anak, termasuk 13 vitamin, 9 mineral, protein whey, Omega 3 dan 6, DHA, serat pangan, dan antioksidan. Susu ini aman digunakan untuk anak usia 1-10 tahun yang memiliki gangguan pola makan, gangguan pencernaan, berisiko malnutrisi, atau anak yang butuh nutrisi tambahan untuk pemulihan, perawatan setelah operasi, serta mendukung pertumbuhan secara optimal.


Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Ursula Penny Putrikrislia.
 

Referensi: 

  1. American Academy of Family Physicians. 2020. When Your Toddler Doesn't Want to Eat. https://familydoctor.org/when-your-toddler-doesnt-want-to-eat/. (Diakses pada 12 Agustus 2021).  
  2. Higuera, Valencia. 2019. What Can You Do If Your Child Refuses to Eat Anything?. https://www.healthline.com/health/parenting/child-refuses-to-eat-anything. (Diakses pada 12 Agustus 2021). 
  3. KidsHealth. 2015. Kids and Food: 10 Tips for Parents. https://kidshealth.org/en/parents/eating-tips.html. (Diakses pada 12 Agustus 2021). 
  4. Raising Children Network (Australia) Limited. 2020. Toddler not eating? Ideas and tips. https://raisingchildren.net.au/toddlers/nutrition-fitness/common-concerns/toddler-not-eating. (Diakses pada 12 Agustus 2021). 
  5. Remmer, Sarah. 2020. 10 REASONS YOUR CHILD ISN’T EATING AT MEALS (AND WHAT TO DO!). https://www.sarahremmer.com/10-reasons-why-your-child-refuses-to-eat-and-what-to-do/#he-is-not-feeling-well. (Diakses pada 12 Agustus 2021). 
  6. Streit, Lizzie, MS, RDN, LD. 2019. Does Milk Help You Gain Weight?. https://www.healthline.com/nutrition/milk-and-weight-gain. (Diakses pada 12 Agustus 2021).